Music

Kamis, 23 Mei 2013

Hari Kartini Bagi Vivian


Vivian tidak bisa berkutik lagi. Ibunya ingin Ia mengikuti kontes hari Kartini yang diadakan sebulan lagi. Ia nyaris menolaknya. Ia benci berpura-pura, tersenyum  kepada semua orang bahwa Ia menikmati hidupnya sebagai anak perempuan. Kenyataannya bukanlah seperti itu. Menurutnya, menjadi laki-laki akan lebih menyenangkan. Cowok-cowok di sekolahnya berpakaian dan  bertindak sesuka mereka tanpa ada yang mengomentari perilaku mereka.


“Ma..mama tau kan aku ngak pernah suka ikut acara kaya gitu?” Vivian menggerutu kesal. Mamanya hanya tersenyum mendengar omelan Vivian. Sudah beratus ratus kali Vivian mengomel tentang kontes Hari Kartini itu, disertai dengan berbagai alasan yang mungkin akan merubah pikiran mamanya.
“Kenapa sih kamu? Sekali kali jadi anak perempuan kan ngak masalah!” Mama balik menceramahi Vivian.Vivian hanya cemberut mendengar perkataan mamanya.

Sebenarnya Vivian bertingkah laku seperti laki-laki karena pada awalnya,ayahnya mengaharapkan ia menjadi anak laki-laki.Hal itu menyebabkan Vivian merasa bahwa ia harus bertingkah laku seperti laki-laki untuk membanggakan ayahnya. Namun karena ibunya memaksa, mau tak mau ia harus mengikuti kontes tersebut.
Hari kontes telah tiba. Vivian mengenakan kebaya yang disiapkan Ibunya kemarin. Ia merasa tak nyaman dengan pakaian tersebut. Namun  menggunakan Kebaya adalah persyaratan dalam kontes. Tiba-tiba ia melihat sosok ayahnya yang tersenyum mendekatinya. Sang ayah terlihat menyemangatinya. Membuat Vivian terharu.

Vivian melihat ayahnya yang tersenyum menjadi tersentuh karena ia selama ini menyangka ayahnya akan lebih bangga bila ia berlaku seperti anak laki-laki.Dan ia sangat tak menyangka bahwa ayahnya akan lebih bangga bila ia berlaku seperti anak gadis selayaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar