Music

Kamis, 23 Mei 2013

Hari Kartini, Pengidap Gangguan Jiwa dan Seniman Melukis Bersama


Di peringatan Hari Kartini yang jatuh hari ini, Minggu 21 April, beberapa pengidap skizofrenia (gangguan mental) dan seniman wanita berkolaborasi melukis bersama di kegiatan Opening Kedai Art Brut Indonesia, di Pasar Seni Ancol.


Salah satu penyandang gangguan jiwa, Dwi Putro atau yang akrab disapa Pakwi, ternyata sudah 12 tahun melukis. Pada kegiatan ini, Pakwi melukis Kisah Rama dan Shinta di atas kanvas sepanjang 40 meter.

"Pedoman RA Kartini Habis Gelap Terbitlah Terang ingin ditiru untuk mengikis stigma bagi penyandang gangguan jiwa selama ini," kata pemerhati Art Brut, Nawa Tunggal, di Jakarta, Minggu (21/4).

Menurut Nawa Tunggal, stigma bagi penyandang gangguan jiwa selama ini dianggap sebagai orang gila atau sakit ingatan. Kemudian masyarakat mengucilkan mereka.

Tak hanya dari lingkungan sekitar, keluarga juga sering merasa malu ketika harus mengakui ada anak atau saudara yang mengalami gangguan jiwa. Dengan cara ini, dia berharap dapat mengikis stigma dan kampanye peduli terhadap penyandang gangguan jiwa seperti skizofrenia dan bipolar.

"Dengan kegiatan ini dapat mengajak pengunjung untuk melihat dan merasakan sentuhan karya seni rupa, khususnya dari kalangan masyarakat pengidap skizofrenia," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi mengatakan kegiatan ini sebagai wadah bagi penyandang gangguan mental untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam hal seni lukis yang sesungguhnya bernilai jual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar